JADILAH
MAHASISWA YANG MAHASISWA
OLEH
: TIAZ NCEK
“Makin hari makin susah saja, menjadi manusia yang
manusia.” Sepotong lirik dari lagu berjudul Bingung yang dilantunkan oleh Iksan
Skuter. Dimana menjadi inspirasi saya menulis tulisan ini. jikalau diganti
lirik ‘manusia’nya menjadi mahasiswa. Sudahkah kita menjadi mahasiswa yang
mahasiswa? Bukan hanya KTM yang ada diselipan dompet kita yang menjadikan kita
sebagai mahasiswa dan juga bukan almamater kebanggaan yang tergantung dilemari kita
menjadikan kita sebagai seorang mahasiswa. Tetapi nalar kritis lah yang
menjadikan kita sebagai mahasiswa.
Memang sejatinya ketika kita masuk kebangku kuliah kita
memiliki kewajiban untuk menyelsaikan kuliah dan juga dengan harapan memiliki
angka IPK yang selangit, tapi tak hanya itu yang menjadikan kita sebagai
mahasiswa karena disamping itu kita harus menjadi agent of social control atau
penyampai kebenaran. Dimana mahasiswa pada saat ini? masyarakat membutuhkan
kita para mahasiswa, yang kata nya penyampai kebenaran, pembela kebenaran,
orang terdepan yang lantang menolak ketidak adilan. Karena itu sejatinya
Mahasiswa harus memiliki sifat kebenaran, kejujuran, dan ke objektifan dalam
memandang. Walaupun kebenaran mutlak itu ialah Tuhan Yang Maha Esa tapi Tuhan
memberi kita akal untuk bisa membedakan mana yang salah dan benar. Tapi
faktanya dilapangan saat ini banyak mahasiswa yang sudah menghianati kebenaran.
Banyak mahasiswa yang sudah tidak objektif dalam memandang karena hanya
kepentingan yang diutamakan. Jangankan bersatu melawan ketidak benaran, di
ranah kampus saja masih banyak yang buta akan kebenaran dan subjektif dalam
memandang. Tolong bangunkan kami para mahasiswa yang sedang bermimpi ingin
menjadi mahasiswa seperti di tahun ’98 kala Reformasi dicetuskan saat itu.
Selain agent of social control, mahasiswa juga harus
menjadi agent of change atau agen perubahan, karena kalau bukan kita siapa
lagi? Perubahan disini berarti meluruskan segala sesuatu yang mulai keluar dari
koridor kebenaran. Maka dari itu mahasiswa harus peka dan harus kritis melihat
situasi nasional bukan hanya sekedar kritis ketika harga paket kuota naik,
bukan kritis ketika harga alat kecantikan naik. Untuk bisa mencapai dan
mewujudkan itu mahasiswa dituntut harus memiliki sifat keberanian, kepekaan,
dan rela berkorban demi kebenaran.
Tidak banyak cara yang harus dijalankan untuk menjadi
seorang mahasiswa, cukup memiliki keberanian dan kepekaan sosial. Objektif
dalam memandang dan tak sudi untuk dibungkam. Selain itu setiap pribadi
mahasiswa harus memiliki sifat kepemimpinan, karena mengetuai tidak harus
menjadi ketua.
Maka dari itu sadarlah wahai kalian yang rindu kemenangan,
mulailah dari hal yang kecil di ranah yang kecil yaitu dilingkungan kita
sendiri. Biasakan lah menjadi mahasiswa yang bersifat objektif dalam memandang
katakanlah salah jika memang salah dan belalah sampai mati jikalau benar.
Jangan menjadi mahasiswa yang subjektif. Dan timbulkanlah rasa benci atas
kebohongan, hancurkan kebohongan dengan kejujuran. Jagalah kehormatan kalian
para mahasiswa dengan jujur dan tak mau dibungkam oleh ketidak benaran. Jangan
hanya datang kekampus duduk dan mencatat kemudian pulang dan diulang sampai 4 tahun kedepan. Kita bukan lagi siswa tapi kita
adalah mahasiswa. Maha dari siswa. Jadilah Mahasiswa yang Mahasiswa ! panjang
umur perjuangan!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar