Selasa, 06 November 2018

JADILAH MAHASISWA YANG MAHASISWA


JADILAH MAHASISWA YANG MAHASISWA
OLEH : TIAZ NCEK



            “Makin hari makin susah saja, menjadi manusia yang manusia.” Sepotong lirik dari lagu berjudul Bingung yang dilantunkan oleh Iksan Skuter. Dimana menjadi inspirasi saya menulis tulisan ini. jikalau diganti lirik ‘manusia’nya menjadi mahasiswa. Sudahkah kita menjadi mahasiswa yang mahasiswa? Bukan hanya KTM yang ada diselipan dompet kita yang menjadikan kita sebagai mahasiswa dan juga bukan almamater kebanggaan yang tergantung dilemari kita menjadikan kita sebagai seorang mahasiswa. Tetapi nalar kritis lah yang menjadikan kita sebagai mahasiswa.


            Memang sejatinya ketika kita masuk kebangku kuliah kita memiliki kewajiban untuk menyelsaikan kuliah dan juga dengan harapan memiliki angka IPK yang selangit, tapi tak hanya itu yang menjadikan kita sebagai mahasiswa karena disamping itu kita harus menjadi agent of social control atau penyampai kebenaran. Dimana mahasiswa pada saat ini? masyarakat membutuhkan kita para mahasiswa, yang kata nya penyampai kebenaran, pembela kebenaran, orang terdepan yang lantang menolak ketidak adilan. Karena itu sejatinya Mahasiswa harus memiliki sifat kebenaran, kejujuran, dan ke objektifan dalam memandang. Walaupun kebenaran mutlak itu ialah Tuhan Yang Maha Esa tapi Tuhan memberi kita akal untuk bisa membedakan mana yang salah dan benar. Tapi faktanya dilapangan saat ini banyak mahasiswa yang sudah menghianati kebenaran. Banyak mahasiswa yang sudah tidak objektif dalam memandang karena hanya kepentingan yang diutamakan. Jangankan bersatu melawan ketidak benaran, di ranah kampus saja masih banyak yang buta akan kebenaran dan subjektif dalam memandang. Tolong bangunkan kami para mahasiswa yang sedang bermimpi ingin menjadi mahasiswa seperti di tahun ’98 kala Reformasi dicetuskan saat itu.
            Selain agent of social control, mahasiswa juga harus menjadi agent of change atau agen perubahan, karena kalau bukan kita siapa lagi? Perubahan disini berarti meluruskan segala sesuatu yang mulai keluar dari koridor kebenaran. Maka dari itu mahasiswa harus peka dan harus kritis melihat situasi nasional bukan hanya sekedar kritis ketika harga paket kuota naik, bukan kritis ketika harga alat kecantikan naik. Untuk bisa mencapai dan mewujudkan itu mahasiswa dituntut harus memiliki sifat keberanian, kepekaan, dan rela berkorban demi kebenaran.
            Tidak banyak cara yang harus dijalankan untuk menjadi seorang mahasiswa, cukup memiliki keberanian dan kepekaan sosial. Objektif dalam memandang dan tak sudi untuk dibungkam. Selain itu setiap pribadi mahasiswa harus memiliki sifat kepemimpinan, karena mengetuai tidak harus menjadi ketua.
            Maka dari itu sadarlah wahai kalian yang rindu kemenangan, mulailah dari hal yang kecil di ranah yang kecil yaitu dilingkungan kita sendiri. Biasakan lah menjadi mahasiswa yang bersifat objektif dalam memandang katakanlah salah jika memang salah dan belalah sampai mati jikalau benar. Jangan menjadi mahasiswa yang subjektif. Dan timbulkanlah rasa benci atas kebohongan, hancurkan kebohongan dengan kejujuran. Jagalah kehormatan kalian para mahasiswa dengan jujur dan tak mau dibungkam oleh ketidak benaran. Jangan hanya datang kekampus duduk dan mencatat kemudian pulang dan diulang sampai 4  tahun kedepan. Kita bukan lagi siswa tapi kita adalah mahasiswa. Maha dari siswa. Jadilah Mahasiswa yang Mahasiswa ! panjang umur perjuangan!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar